Laba Sido Muncul Susut 13,95% pada 2023, Penjualan Turun

Global Reporters24, Jakarta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan kinerja tahun anggaran 2023 yang berakhir 31 Desember 2023. Pada periode tersebut, kinerja Sido Muncul mengalami penurunan.

SIDO meraih pendapatan penjualan sebesar Rp 3,56 triliun pada tahun 2023, berdasarkan laporan keuangan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendapatan penjualan ini turun 7,77 persen menjadi Rp3,86 triliun dibandingkan penjualan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan penurunan penjualan, harga barang yang dijual juga mengalami penurunan dari Rp1,7 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp1,55 triliun pada tahun 2023. Alhasil, perseroan meraih laba kotor sebesar Rp1,02 triliun pada 2023, naik dari 6,91 persen. 17 triliun pada tahun 2022. Pada tahun 2023, perseroan mencatatkan beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp570,39 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp204,6 miliar, beban lain-lain sebesar Rp78,62 miliar, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp25,78 miliar. Selama periode ini, perusahaan memperoleh Rs 680 crore 10 crore, termasuk pendapatan finansial sebesar Rs 2 crore 35 crore.

Setelah pajak, perseroan meraup keuntungan sebesar Rp 950 miliar 65 juta kepada pemilik induk organisasi pada tahun lalu.

Laba tersebut turun 13,95 persen dari laba FY2022 yang mencapai Rp 1,1 triliun. Dengan demikian, laba per saham akan turun menjadi 31,69 pada tahun 2023 dibandingkan 36,82 pada tahun 2022.

Aset perseroan pada akhir tahun 2023 sebesar Rp3,89 triliun, turun dibandingkan akhir tahun 2022 sebesar Rp4,08 triliun. Liabilitas pada akhir tahun 2023 juga mengalami penurunan dari Rp575,97 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp504,77 miliar. Ekuitas SIDO turun dari Rp3,51 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp3,89 triliun pada akhir tahun 2022.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (20/2/2024) berpeluang membaik. IHSG akan bergerak ke kisaran terdekat 7200-7272.

IHSG melemah 0,53 persen menjadi 7.296 pada Senin 19 Februari 2024 karena peningkatan volume penjualan.

Analis PT MNC Securitas Harditya Wikkasana mengatakan, pada label hitam, posisi IHSG sudah berada di akhir gelombang B (ii), sehingga IHSG cenderung terkoreksi namun mendekatkan permulaan gelombang c. Pada kisaran 7200-7272. Itu dengan asumsi IHSG gagal menembus resistan 7.403.

Kabar baiknya, jika IHSG mampu menembus 7403, maka ada peluang IHSG kembali reli menguji 7420-7500 hingga membentuk label merah, kata Harditya.

Perkiraannya, IHSG akan berada di level support 7.197, 7.099, dan level resistance 7.370-7.403 pada perdagangan mingguan Selasa.

Sementara itu, Analis PT RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan IHSG tampaknya kembali melakukan koreksi teknis volume untuk menguji support moving average (MA) harian 5 garis.

“Jika support garis MA5 tertembus, berpeluang menguji support garis MA20 serta support bullish channel,” kata Wafi.

Artinya, jika Anda bertahan di atas garis MA5, ada peluang untuk bangkit kembali dan menciptakan Higher High (HH). Kisaran IHSG saat ini antara 7.200 dan 7.400, kata Wafi.

Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menunjukkan potensi konsolidasi IHSG terbatas dengan level support dan resistance antara 7270-7370. “Hati-hati, kemungkinan koreksi lebih lanjut masih terbuka,” demikian laporan Investindo Sekuritas mengutip ucapan Pilarmas.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Wafi memilih saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Sementara Harditya membeli saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

IPO, Satu Visi Putra Incar Dana Segar Rp 73,8 Miliar

Global Reporters24, Jakarta – PT Satu Visi Putra Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO).

Dalam promosi ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 615 juta saham dengan nilai nominal Rp25 per saham. Saat mempublikasikan prospektus perseroan pada Selasa (30 Januari 2024) di situs E-IPO, Satu Visi Putra mematok harga penawaran Rp 110-120 per saham.

Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp 73,8 miliar melalui IPO. Selain itu, perseroan memiliki program alokasi saham karyawan (ESA) dengan jumlah maksimal 1 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO yakni sebanyak-banyaknya 6,15 ribu saham.

Rencananya, sekitar 3,49 persen dana IPO akan dialokasikan untuk pembelian armada angkutan berupa 1 gerbong HINO/RANGER FL 280 JW EURO 4 dan 3 gerbong HINO/DUTRO 136 HDX 6.8 EURO 4 yang akan digunakan pengangkutan dilakukan bersama pihak ketiga dan rencananya akan dilaksanakan pada triwulan II tahun 2024.

Sisanya digunakan sebagai modal kerja yaitu untuk pembelian barang berupa spanduk, mengingat kebutuhan spanduk yang semakin meningkat dan menjadi penyumbang terbesar penjualan perseroan. Setelah pencatatan, manajemen perseroan berniat membagikan dividen tunai kepada pemegang saham perseroan mulai tahun buku 2023 sebesar maksimal 25 persen dari laba bersih perseroan tahun berjalan.

Besaran dividen tergantung pada hasil operasi dan arus kas perusahaan, serta prospek usaha perusahaan, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi di masa depan, dengan mempertimbangkan batasan peraturan dan kewajiban lainnya. Jadwal IPO PT Satu Visi Putra Tbk: Masa Penawaran Perdana: 29 Januari – 5 Februari 2024. Perkiraan Tanggal Efektif Pemberitahuan Pendaftaran OJK: 19 Februari 2024. Perkiraan Masa Perdagangan: 21 – 27 Februari 2024. Perkiraan Tanggal Penjatahan: 27 Tahun Februari. Perkiraan tanggal pembagian dividen elektronik tahun 2024: 28 Februari 2024. Perkiraan tanggal pencatatan di BEI: 29 Februari 2024

Sebelumnya diberitakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah berupaya mencatatkan sekitar 62 saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO). Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan IPO 2023 yang mencapai 79 emiten.

“Kalau bicara IPO tahun depan ada 61 atau 62,” kata Ketua BEI Iman Rachman seperti dikutip, Senin (1/1/2024).

Hingga akhir tahun 2023, bursa telah mendorong setidaknya separuh dari target IPO yang akan direalisasikan, yakni 30 perusahaan. Sesuai POJK nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 9 perusahaan dengan aset besar di atas Rp 250 miliar. Kemudian 19 perusahaan dengan aset menengah antara Rp50 hingga 250 miliar, sisanya 2 perusahaan dengan aset kecil di bawah Rp50 miliar. Sedangkan rincian sektornya adalah sebagai berikut:

• 3 perusahaan dari sektor bahan baku

• 6 perusahaan dari sektor konsumen siklis

• 4 perusahaan dari sektor konsumen non-siklus

• 2 perusahaan dari sektor energi

• 0 perusahaan dari sektor keuangan

• 0 perusahaan dari sektor kesehatan

• 5 perusahaan dari sektor industri

• 3 perusahaan dari sektor infrastruktur

• 1 perusahaan dari industri real estate

• 5 perusahaan dari industri teknologi

• 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Secara keseluruhan, bursa bertujuan untuk mencatatkan efek baru yang terdiri dari pencatatan saham, surat berharga berbunga dan Sukuk (EBUS) serta penerbitan preferensial sebanyak 230 pencatatan pada tahun 2024.

Target tersebut meningkat dibandingkan target revisi tahun ini sebanyak 200 rekaman, namun jauh di bawah realisasi akhir tahun lalu yang mencapai 385 rekaman pada 27 Desember 2023.

Selain itu, BEI juga menargetkan nilai rata-rata transaksi harian (RNTH) sebesar 12,25 triliun dan menarik 2 juta investor baru. Tahun depan, bursa juga akan meluncurkan sarana investasi Single Share Futures (SSF) pada kuartal pertama tahun 2024.

Diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menorehkan prestasi gemilang di tahun 2023. Salah satunya bursa mencatatkan IPO terbanyak keenam di dunia dengan 79 emiten baru.

“Kalau dilihat dari jumlah IPO di Indonesia tahun 2023, ada 79 emiten atau 6 persen dari total IPO global, nomor 6 dunia,” kata Iman Rachman, Presiden Manajer BEI, dalam konferensi pers di Jakarta. pada Sabtu (30 Desember). .2023).

Akan ada 1.298 IPO di seluruh dunia pada tahun 2023. Dengan 86 IPO atau setara 7 persen IPO dunia, Indonesia hanya berada di bawah Tokyo Stock Exchange.

Bursa Efek India menduduki peringkat pertama dengan 220 IPO atau setara 17 persen dari total IPO, disusul Shenzhen dengan 129 IPO atau 10 persen dari total IPO. Di peringkat ketiga ada bursa Amerika dengan 105 IPO atau setara 8 persen dari total IPO global dan Shanghai dengan 86 IPO atau 8 persen dari total IPO global.

Dalam hal penggalangan dana penawaran umum perdana (IPO), Indonesia menempati peringkat ke-9 dengan perolehan dana sebesar $3,6 miliar, pencapaian ini mewakili 3 persen dari total dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana global yang berjumlah $123,3 miliar.

Selama tahun 2023, pencatatan efek baru di BEI meliputi 79 saham, 120 penerbitan obligasi, 3 ETF, 2 EBA-SP, dan 182 waran terstruktur, dengan total serapan Rp54,14 triliun saham dan obligasi Rp126,97 triliun.

“Pencatatan tambahan 79 saham baru pada tahun 2023. Ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” imbuh Iman.

Jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI saat ini sebanyak 903 emiten. Nilai tersebut meningkat 9,3 persen sejak awal tahun. Dengan 990 emiten atau pertumbuhan year-to-date sebesar 2,1 persen, menempati posisi kedua terbesar di kawasan Asen setelah Bursa Efek Malaysia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mandiri Sekuritas optimis pasar modal Indonesia akan terus menguat di tahun 2024. Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana memperkirakan perusahaan akan ramai melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada paruh kedua tahun depan.

Oki sangat perhatian dan mempertimbangkan kondisi pasar. Perlu diketahui, setidaknya ada dua sentimen utama yang menjadi perhatian pasar pada tahun depan, seperti pemilihan umum (election) dan kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

“Tapi ada juga yang memang dorong IPO lebih awal. “Tapi biasanya (paling sering) pertengahan tahun,” kata Oki dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (19 Desember 2023). .

Sebelum memutuskan untuk debut, perusahaan akan mempertimbangkan terlebih dahulu fundamental perusahaan dan faktor pertumbuhannya. Menurut Oki, jika perusahaan memiliki faktor pertumbuhan yang baik, maka akan lebih murah untuk melakukan IPO. Dengan asumsi IPO akan dilakukan pada pertengahan tahun, maka calon emiten akan menyampaikan laporan keuangan tahunan atau yang berakhir pada 30 Desember.

“Jadi kita akan melihat faktor pertumbuhannya. Kalau tidak ada faktor pertumbuhan pasti tidak laku,” tambah Oki.

Berdasarkan laman E-IPO, ada tujuh perusahaan yang sedang dalam masa penawaran perdana atau bookbuilding dan dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2024.

Emiten potensial antara lain PT Multi Spunindo Jaya Tbk, PT Samcro Hyosung Adiwisata Tbk, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk, PT Manggung Polahraya Tbk dan PT Asri Kartari Tbk Les. Cahya Putri Abdi Rabbi.