Jokowi Rajin Sebar Bansos, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Diramal 5,04 Persen

Sugeng rawuh Global Reporters24 di Situs Kami!

Global Reporters24, Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Jakarta Permata, memperkirakan perekonomian Indonesia (produk domestik bruto) akan tumbuh sebesar 5,04% year-on-year atau year-on-year (yoy) pada tahun 2023. Perkiraan ini lebih rendah dibandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 pada tahun 2022, pertumbuhan year-on-year sebesar 31%. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat sebesar 5,04% pada tahun 2023 dari 5,31% pada tahun 2022, kata Josua saat berbicara di Jakarta, Senin (2 Mei 2024). Jokowi Rajin Sebar Bansos, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Diramal 5,04 Persen

Analisis Josua menyebutkan, perkiraan tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2023 masih kuat dengan pertumbuhan year-on-year sebesar 5,02%. Angka ini naik dari 4,94% tahun-ke-tahun pada kuartal sebelumnya.

Dari sisi konsumsi, konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dibandingkan sektor lainnya. Josua memperkirakan konsumsi dalam negeri tumbuh 5,12% pada triwulan IV 2023 dari 5,06% pada triwulan sebelumnya. Sumber Buana Group Pasok BBM Solar hingga Material Alam di IKN

Josua mengatakan, kuatnya kinerja sektor konsumen didukung oleh kebijakan bansos yang aktif diberikan Presiden Joko pada kuartal IV 2023. Ini termasuk BLT El Niño.

“Konsumsi rumah tangga yang kuat, terutama pada masyarakat berpendapatan rendah, didukung oleh alokasi bantuan sosial, khususnya BLT, di tengah upaya pemerintah mengurangi dampak El Niño,” ujarnya.

Kedua, pertumbuhan volume investasi didorong oleh investasi konstruksi, seperti yang ditunjukkan oleh volume penjualan semen pada triwulan IV tahun 2023 yang meningkat sebesar 15,3% year-on-year, dibandingkan dengan kenaikan year-on-year sebesar 6,8% pada tahun 2023. kuartal sebelumnya.

Sementara itu, investasi non-bangunan diperkirakan menurun, dengan penjualan alat berat turun -36,9% year-on-year pada kuartal keempat tahun 2023, setelah turun -14,2% year-on-year pada kuartal sebelumnya.

Pendapatan pemerintah pada triwulan IV tahun 2023 diperkirakan meningkat sebesar 2,03% year-on-year dan -3,76% quarter-on-quarter. Peningkatan belanja pemerintah tercermin dari peningkatan belanja pada triwulan IV tahun 2023 yang meningkat sebesar 34,4% year-on-year, naik dari 35% pada triwulan sebelumnya.

Josua menambahkan: “Belanja barang juga meningkat sebesar 11,1%-17,3% year-on-year dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada saat yang sama, konsumsi bantuan sosial juga meningkat sebesar 15,4%-31,1% year-on-year dibandingkan kuartal sebelumnya. .”

Di sisi lain, kinerja impor dan ekspor kemungkinan akan kembali bertemu pada kuartal IV-2023 akibat melemahnya perekonomian negara akibat konflik geopolitik. Situasi ini menyebabkan penurunan volume perdagangan internasional dan lemahnya pertumbuhan perdagangan di Indonesia.

Josua menyimpulkan: “Tingkat pertumbuhan ekspor dan impor pada kuartal keempat tahun 2023 diperkirakan masing-masing sebesar -1,25% dan 0,65% tahun-ke-tahun.”

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan anggaran program bansos APBN tahun 2024 mencapai Rp 496 triliun.

Jumlah tersebut lebih banyak Rp 20 triliun dibandingkan APBN 2023. Sedangkan anggaran program bantuan publik APBN tahun 2023 sekitar Rp476 triliun. Termasuk menyasar Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako. Jokowi Rajin Sebar Bansos, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Diramal 5,04 Persen

“Tahun 2024 bansos APBN kita senilai Rp496 triliun, jadi selisihnya Rp20 triliun. Tentunya pelaksanaan dan keberhasilannya akan terus kita pantau,” tegasnya dalam siaran pers KSSK Triwulan I-2024. Rapat digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (30 Januari 2024).

Sri Mulyani mengatakan, paket bansos yang dialokasikan pemerintah telah disepakati seluruh partai politik dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2024.

“Jadi semua parpol sedang membahas hak anggaran dengan pemerintah, mohon penjelasan APBNnya,” kata Sri Mulyani.