IPO, Satu Visi Putra Incar Dana Segar Rp 73,8 Miliar

Wecome Global Reporters24 di Portal Ini!

Global Reporters24, Jakarta – PT Satu Visi Putra Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO). IPO, Satu Visi Putra Incar Dana Segar Rp 73,8 Miliar

Dalam promosi ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 615 juta saham dengan nilai nominal Rp25 per saham. Saat mempublikasikan prospektus perseroan pada Selasa (30 Januari 2024) di situs E-IPO, Satu Visi Putra mematok harga penawaran Rp 110-120 per saham.

Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp 73,8 miliar melalui IPO. Selain itu, perseroan memiliki program alokasi saham karyawan (ESA) dengan jumlah maksimal 1 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO yakni sebanyak-banyaknya 6,15 ribu saham.

Rencananya, sekitar 3,49 persen dana IPO akan dialokasikan untuk pembelian armada angkutan berupa 1 gerbong HINO/RANGER FL 280 JW EURO 4 dan 3 gerbong HINO/DUTRO 136 HDX 6.8 EURO 4 yang akan digunakan pengangkutan dilakukan bersama pihak ketiga dan rencananya akan dilaksanakan pada triwulan II tahun 2024.

Sisanya digunakan sebagai modal kerja yaitu untuk pembelian barang berupa spanduk, mengingat kebutuhan spanduk yang semakin meningkat dan menjadi penyumbang terbesar penjualan perseroan. Setelah pencatatan, manajemen perseroan berniat membagikan dividen tunai kepada pemegang saham perseroan mulai tahun buku 2023 sebesar maksimal 25 persen dari laba bersih perseroan tahun berjalan.

Besaran dividen tergantung pada hasil operasi dan arus kas perusahaan, serta prospek usaha perusahaan, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi di masa depan, dengan mempertimbangkan batasan peraturan dan kewajiban lainnya. Jadwal IPO PT Satu Visi Putra Tbk: Masa Penawaran Perdana: 29 Januari – 5 Februari 2024. Perkiraan Tanggal Efektif Pemberitahuan Pendaftaran OJK: 19 Februari 2024. Perkiraan Masa Perdagangan: 21 – 27 Februari 2024. Perkiraan Tanggal Penjatahan: 27 Tahun Februari. Perkiraan tanggal pembagian dividen elektronik tahun 2024: 28 Februari 2024. Perkiraan tanggal pencatatan di BEI: 29 Februari 2024

Sebelumnya diberitakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah berupaya mencatatkan sekitar 62 saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO). Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan IPO 2023 yang mencapai 79 emiten.

“Kalau bicara IPO tahun depan ada 61 atau 62,” kata Ketua BEI Iman Rachman seperti dikutip, Senin (1/1/2024).

Hingga akhir tahun 2023, bursa telah mendorong setidaknya separuh dari target IPO yang akan direalisasikan, yakni 30 perusahaan. Sesuai POJK nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 9 perusahaan dengan aset besar di atas Rp 250 miliar. Kemudian 19 perusahaan dengan aset menengah antara Rp50 hingga 250 miliar, sisanya 2 perusahaan dengan aset kecil di bawah Rp50 miliar. Sedangkan rincian sektornya adalah sebagai berikut: Bangun Ekonomi Sirkular, PLN EPI Latih Masyarakat Gunung Kidul Ternak Kambing Perah

• 3 perusahaan dari sektor bahan baku

• 6 perusahaan dari sektor konsumen siklis

• 4 perusahaan dari sektor konsumen non-siklus

• 2 perusahaan dari sektor energi

• 0 perusahaan dari sektor keuangan

• 0 perusahaan dari sektor kesehatan

• 5 perusahaan dari sektor industri

• 3 perusahaan dari sektor infrastruktur

• 1 perusahaan dari industri real estate

• 5 perusahaan dari industri teknologi

• 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Secara keseluruhan, bursa bertujuan untuk mencatatkan efek baru yang terdiri dari pencatatan saham, surat berharga berbunga dan Sukuk (EBUS) serta penerbitan preferensial sebanyak 230 pencatatan pada tahun 2024.

Target tersebut meningkat dibandingkan target revisi tahun ini sebanyak 200 rekaman, namun jauh di bawah realisasi akhir tahun lalu yang mencapai 385 rekaman pada 27 Desember 2023.

Selain itu, BEI juga menargetkan nilai rata-rata transaksi harian (RNTH) sebesar 12,25 triliun dan menarik 2 juta investor baru. Tahun depan, bursa juga akan meluncurkan sarana investasi Single Share Futures (SSF) pada kuartal pertama tahun 2024.

Diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menorehkan prestasi gemilang di tahun 2023. Salah satunya bursa mencatatkan IPO terbanyak keenam di dunia dengan 79 emiten baru.

“Kalau dilihat dari jumlah IPO di Indonesia tahun 2023, ada 79 emiten atau 6 persen dari total IPO global, nomor 6 dunia,” kata Iman Rachman, Presiden Manajer BEI, dalam konferensi pers di Jakarta. pada Sabtu (30 Desember). .2023).

Akan ada 1.298 IPO di seluruh dunia pada tahun 2023. Dengan 86 IPO atau setara 7 persen IPO dunia, Indonesia hanya berada di bawah Tokyo Stock Exchange.

Bursa Efek India menduduki peringkat pertama dengan 220 IPO atau setara 17 persen dari total IPO, disusul Shenzhen dengan 129 IPO atau 10 persen dari total IPO. Di peringkat ketiga ada bursa Amerika dengan 105 IPO atau setara 8 persen dari total IPO global dan Shanghai dengan 86 IPO atau 8 persen dari total IPO global.

Dalam hal penggalangan dana penawaran umum perdana (IPO), Indonesia menempati peringkat ke-9 dengan perolehan dana sebesar $3,6 miliar, pencapaian ini mewakili 3 persen dari total dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana global yang berjumlah $123,3 miliar.

Selama tahun 2023, pencatatan efek baru di BEI meliputi 79 saham, 120 penerbitan obligasi, 3 ETF, 2 EBA-SP, dan 182 waran terstruktur, dengan total serapan Rp54,14 triliun saham dan obligasi Rp126,97 triliun. IPO, Satu Visi Putra Incar Dana Segar Rp 73,8 Miliar

“Pencatatan tambahan 79 saham baru pada tahun 2023. Ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” imbuh Iman.

Jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI saat ini sebanyak 903 emiten. Nilai tersebut meningkat 9,3 persen sejak awal tahun. Dengan 990 emiten atau pertumbuhan year-to-date sebesar 2,1 persen, menempati posisi kedua terbesar di kawasan Asen setelah Bursa Efek Malaysia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mandiri Sekuritas optimis pasar modal Indonesia akan terus menguat di tahun 2024. Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana memperkirakan perusahaan akan ramai melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada paruh kedua tahun depan.

Oki sangat perhatian dan mempertimbangkan kondisi pasar. Perlu diketahui, setidaknya ada dua sentimen utama yang menjadi perhatian pasar pada tahun depan, seperti pemilihan umum (election) dan kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

“Tapi ada juga yang memang dorong IPO lebih awal. “Tapi biasanya (paling sering) pertengahan tahun,” kata Oki dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (19 Desember 2023). .

Sebelum memutuskan untuk debut, perusahaan akan mempertimbangkan terlebih dahulu fundamental perusahaan dan faktor pertumbuhannya. Menurut Oki, jika perusahaan memiliki faktor pertumbuhan yang baik, maka akan lebih murah untuk melakukan IPO. Dengan asumsi IPO akan dilakukan pada pertengahan tahun, maka calon emiten akan menyampaikan laporan keuangan tahunan atau yang berakhir pada 30 Desember.

“Jadi kita akan melihat faktor pertumbuhannya. Kalau tidak ada faktor pertumbuhan pasti tidak laku,” tambah Oki.

Berdasarkan laman E-IPO, ada tujuh perusahaan yang sedang dalam masa penawaran perdana atau bookbuilding dan dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2024.

Emiten potensial antara lain PT Multi Spunindo Jaya Tbk, PT Samcro Hyosung Adiwisata Tbk, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk, PT Manggung Polahraya Tbk dan PT Asri Kartari Tbk Les. Cahya Putri Abdi Rabbi.